Celakalah bangsa yang mempunyai negarawan seekor serigala,
yang memilki filsuf berupa para penipu,
dan memiliki karya seni berupa tiruan-tiruan.
Betapa malangnya bangsa yang menyambut penguasa barunya dengan mengumandangkan tiupan-tiupan terompet,
lalu menangis penuh duka waktu mengucapkan selamat tinggal padanya.
Dan menyambut penguasa baru penggantinya dengan cara yang sama.
Celaka benar bangsa yang hanya memilki cendikiawan yang telinganya tumpul selama bertahun-tahun
dan orang-orang kuat yang masih mengeram dalam kereta-kereta bayi.
“Celakakalah bangsa yang terpecah belah dalam wilayah-wilayah,
dan setiap bagiannya memproklamasikan dirinya sebagai suatu bangsa” Gibran









